Parenting Article
|
23 August 2010
Kehadiran ayah bagi sebagian banyak anak merupakan sosok yang paling ‘menakutkan’. Tidak jarang sosok ayah ini dikesankan sebagai orang yang galak, mudah marah, dan kasar. Oleh karena itulah, banyak anak yang akan merasa ketakutan apabila perilaku buruknya akan dilaporkan kepada sang ayah.
Perlu orangtua sadari bahwa mempengaruhi anak agar merasa takut oleh ayahnya adalah tindakan yang tidak bijaksana. Hal tersebut dapat merusak ikatan bathin antara ayah dengan anak. Apabila sudah demikian, anak tidak mau lagi dekat dengan ayahnya. Padahal, untuk menjadi orang yang sukses anak bukan saja memerlukan peran dan figur dari ibu saja, tetapi juga dari ayah. Banyak hal yang dapat mempengaruhi kesuksesan anak berasal dari peran ayah. Seperti dalam rangka menanamkan sikap kepemimpinan, disiplin, tegas, dan tanggung jawab kepada anak tentu diperlukan peran dan kedekatan ayah kepada anak.
Oleh karena itu, supaya kesan ayah negatif seperti di atas tidak terus melekat di benak anak maka ayah perlu melakukan beberapa pendekatan positif kepada anak. Di antaranya adalah dengan cara selalu menjaga komunikasi, menjadi sahabat, menghargai pendapat anak, memenuhi kebutuhan anak, dan bermain bersama anak (dr. Maya & Wido, 2006).
Kesimpulannya, ayah yang selalu melakukan tindakan positif terhadap anak seperti memperhatikan anak, memberikan apa yang dibutuhkan anak, meluangkan waktu untuk bermain bersama anak, dan menghargai pendapat anak akan mampu membuat diri anak mencintai sosok ayah. Ia akan menjadikan sosok ayah sebagai idola dan teladan dalam hidupnya. Dengan demikian, sikap positif yang ada pada diri ayah tanpa sadar akan tertular pada anak. Ia akan menjadi orang yang sukses, bijaksana, dan dapat mengharagai orang lain.
(Sumber : perkembangananak.com)














